Minggu, 17 Mei 2015

LINUX FEDORA

FEDORA
Fedora (/iconfɪˈdɒr.ə/) (sebelumnya bernama Fedora Core, kadang-kadang disebut juga dengan Fedora Linux) adalah sebuah distro Linux berbasis RPM dan yum yang dikembangkan oleh Fedora Project yang didukung oleh komunitas pemrogram serta disponsori oleh Red Hat. Nama Fedora berasal dari karakter fedora yang digunakan di logo Red Hat. Pada rilis 1 sampai 6 distro ini bernama Fedora Core yang kemudian berubah menjadi Fedora pada rilis ke-7. Fedora dikenal di dunia Linux sebagai sebuah distro yang menjadi pioneer dalam penggunaan teknologi terkini dan merupakan distro yang digunakan oleh Linus Torvalds.[4]
Salah satu visi utama Fedora tidak hanya mengandung software dibawah lisensi software open source dan gratis, tetapi juga menjadi teknologi yang mutakhir. [5][6] Pengembang fedora lebih membuat perubahan yang signifikan daripada hanya memperbaiki khususnya untuk bahwa update Fedora dapat digunakan oleh semua Linux.[7]
Dibandingkan dengan kebanyakan sistem operasi Non-Linux, Fedora memiliki siklus kehidupan yang singkat. Versi X dipertahankan hanya satu bulan sampai versi X+2 diluncurkan. Dengan hanya 6 bulan selisih, dan periode perawatan hanya 13 bulan setiap versinya..[8] Ini dapat membawa permasalahan yang mungkin menggunakan versi Fedora tertentu untuk pengembangan produknya (ex, embedded systems) dimana dukungan jangka panjang lebih penting dari pada memelihara software revisi termukhtakir.
Pada tahun 2008, Linus Torvalds, pemilik dari Linux kernel, mengatakan bahwa dia menggunakan Fedora karena Fedora memiliki dukungan yang cukup bagus untuk arsitektur prosesor PowerPC, yang dia rasakan setiap waktu.[9]
Menurut DistroWatch, Fedora adalah sistem operasi ketiga yang paling populer di bulan Juni 2011, dibelakang Ubuntu dan Mint, dan menjadi distribusi linux RPM yang paling populer. [10] Bagi Red Hat, Fedora merupakan ajang percobaan utuk menghasilkan distro Red Hat Enterprise Linux (RHEL) yang stabil, rilis-rilis RHEL dikembangkan dari versi Fedora. [11]
Nama Fedora berasal dari Fedora Linux, proyek sukarela yang mengembangkan perangkat lunak tambahan untuk distro Red Hat Linux, dan dari karakteristik fedora (topi kulit) yang digunakan dalam logo Red Hat ("Shadowman"). Fedora Linux akhirnya diserap ke dalam Fedora Project. [12] Fedora adalah merek dagang dari Red Hat, walaupun hal ini pernah disengketakan oleh para pencipta repositori perangkat lunak Fedora, namun masalahnya telah diselesaikan. [13]
Fitur Fedora

Distribusi

PackageKit, paket manager utama dari Fedora
Fedora Project mendistribusikan Fedora dengan cara yang berbeda-beda:[14]
  • Fedora DVD/CD set – DVD atau CD yang memiliki semua paket yang diberikan oleh Fedora;
  • Live CD – CD atau DVD yang berformat images yang dapat membuat Live CD atau booting dari Flash Disk dan pemilihan untuk menginstall di hard disk;
  • Minimal CD – digunakan untuk menginstall Fedora melalui HTTP. FTP, atau NFS, [15]
Fedora Project juga mendristribusikan beberapa variant tertentu dari Fedora yang disebut Fedora Spins.[16] Fedora Spins diciptakan dari kumpulan software spesific dan memiliki kombinasi dari software untuk kebutuhan tertentu dari pengguna. Fedora Spins dikembangkan oleh kelompok tertentu dari Fedora Project.[17] Ini juga mungkin dibuat Live CD dengan menggunakan , UNetbootin.
Paket Ekstra untuk Linux Enterprise {PELE) adalah komunitas relawan yang mendukung Fedora project untuk membuat repository dari paket add-on yang berkualitas tinggi yang mendukung dasar Fedora Red Hat Enterprise Linux dan spinoff pendukungnya seperti CentOS atau Scientific Linux.[18]
Manajemen paket software secara umum ditangani oleh yum utility,[19] Antarmuka grafis, seperti pirut dan pup juga disediakan, begitu juga dengan puplet, yang menyediakan peringatan visual di panel bila terdapat update.[19] apt-rpm adalah alternatif dari yum, dan pengguna lebih familiar dengan perintah ini saat menggunakan Debian atau distribusi berdasarkan Debian, dimana apt digunakan sebagai paket utama.[20] Dan juga, repositori ekstra dapat ditambah pada sistem, jadi paket yang tidak ada pada Fedora dapat dipasang juga.[21]

Fitur Keamanan

Keamanan adalah salah satu fitur penting di Fedora. Salah satu fitur yang terdapat pada Fedora adalah Securtiy-Enchance Linux, fitur Linux yang mengimplementasikan kebijaksanaan keamanan linux, termasuk pengawasan aksess perintah, melalui Modul keamanan Linux pada Linux kernel. Fedora adalah salah satu dari distribusi yang memimpin dengan SELinux.[22] SELinux diperkenalkan pada Fedora Core 2. tetapi ini dinonaktifkan, karena mengubah secara radikal bagaimana sistem operasi bekerja, tetapi diaktifkan lagi pada Fedora Core 3 dan diperkenalkan dengan sedikit tepat.[23][24]

Versi

Fedora Core 1 yang asli dirilis dengan Gnome Desktop dan tema Bluecurve
Fedora 14 akan dipelihara setelah satu bulan dirilis Fedora 16

Warna Arti
Merah Rilis lama; tidak didukung lagi
Kuning Rilis lama; masih didukung
Hijau Rilis sekarang
Biru Rilis mendatang
Nama Proyek Versi Nama Sandi Tanggal Rilis Versi Kernel
Fedora Core 1 Yarrow 2003-11-05 2.4.19
2 Tettnang 2004-05-18 2.6.5
3 Heidelberg 2004-11-08 2.6.9
4 Stentz 2005-06-13 2.6.11
5 Bordeaux 2006-03-20 2.6.15
6 Zod 2006-10-24 2.6.18
Fedora 7 Moonshine 2007-05-31 2.6.21
8 Werewolf 2007-11-08 2.6.23
9 Sulphur 2008-05-13 2.6.25
10 Cambridge (Rawhide) 2008-11-25 2.6.27
11 Leonidas 2009–06–09[25] 2.6.29
12 Constantine 2009–11–17[26] 2.6.31
13 Goddard 2010–05–25[27] 2.6.33
14 Laughlin 2010–11-02[28] 2.6.35[29]
15 Lovelock 2011–05-10[30] 2.6.38[31]
16 Verne 2011-11-08[32] 3.1.0[33]
17 Beefy Miracle[34] 2012-05-29 3.3
18 Spherical Cow 2013-01-15 3.6
19 Schrödinger's Cat 2013-07-02 3.9
20 Heisenbug 2013-12-17 3.11
21 -[35] 2014-12-09[36] 3.16
22
2015-05-19[37]
Kelebihan dari Linux Fedora ialah :

1. Distro yang mapan, aman, dan padat feature.
2. Digunakan sangat luas (sekitar 50 persen para pengguna Linux di Indonesia) dan populer (terutama di Amerika)
3. Dukungan yang baik, inovatif, dekstop yang bagus, tool konfigurasi.
4. Tingkat security yang baik yaitu adanya paket SELinux (Security-Enchanced Linux)

Kekurangan dari Linux Fedora ialah :

1. Tidak sestabil Debian atau Slackware untuk server.
2. Tidak semudah dan semutakhir Suse atau Mandrake untuk penggunaan dekstop.
3. Fedora ada distribusi untuk keperluan umum.
4. Multimedia yang kurang (secara default) tidak dapa memutar format Windows Media, MP3, atau DVD.

Selasa, 12 Mei 2015

Materi tentang linux mint



A.      Sejarah Linux Mint
Pertama kali dirilis pada tahun 2006 Linux Mint beredar dengan versi 1.0 "Ada" Versi ini masih dalam tahap beta. Pertama kali rilis Distro ini kurang mendapatkan perhatian, mungkin karena versi ini masih tahap beta dan tidak pernah dirilis dalam versi yang lebih stabil sehingga distro ini kurang dikenal. Dengan kemunculan Linux Mint 2.0 "Barbara" selang beberapa bulan kemudian, Linux Mint mulai mendapat perhatian dari kalangan komunitas Linux. Dengan adanya komunitas tersendiri bagi pengguna Linux Mint Distro ini merilis beberapa versi yang boleh dikatakan sukses pada rentang 2006-2008. Sejak kemunculan "Barbara". 5 versi Linux Mint telah dirilis antara lain versi 2.1 "Bea", 2.2 "Bianca", 3.0 "Cassandra", 3.1 "Celena dan 4.0 "Daryna".

B.      Kelebihan dan Kekurangan linux  mint
       1.            Kelebihan 
                a)  Tampilan desktop yang menarik
                b)  Ringan, dapat berjalan pada PC tua (spek rendah)
                c)  Selesai install, siap pakai
                d)  Tidak memerlukan driver onboard
                e)  Dilengkapi dengan codec multimedia f) Aplikasi bawaan ( pre-installed
       2.            Kekurangan :
a)  Kurangnya dukungan beberapa driver hardware  beberapa perangkat keras seperti printer canon IP 1300 dan kartu grafis Nvidia yang enggan merilis source kode untuk hardware keluaran mereka.
b)  Para pengembang software jarang membuat program yang bisa berjalan di sistem linux, seperti progam pertokoan, kasir, stok gudang, dll.

C.      Manajemen File
File system atau manajemen file adalah metode dan struktur data yang digunakan sistem operasi untuk mengatur dang mengorganisir file pada disk atau partisi. File system juga dapat diartikan sebagai pasrtisi atau disk yang digunakan untuk menyimpan file-file dalam cara tertentu. Cara memberi suatu file system ke dalam disk atau partisi dengan cara melakukan Format.



D.      Komponen-Komponen Sistem Linux Mint
                1. Manajemen Proses dan memory dapat dilakukan dengan dua cara :
  a. Menggunakan System Monitor
  b. Menggunakan Terminal
                2. Konsep Proses pada Sistem Operasi Linux
                Proses adalah program yang sedang dieksekusi. Setiap kali menggunakan utilitas sistem atau program aplikasi dari shell, satu atau lebih proses ”child” akan dibuat oleh shell sesuai perintah yang diberikan. Setiap kali instruksi dibe rikan pada Linux shell, maka kernel akan menciptakan sebuah proses-id. Proses ini disebut juga dengan terminology Unix sebagai sebuah Job. Proses ID (PID) dimulai dari 0, yaitu proses INIT, kemudian diikuti oleh proses berikutnya (terdaftar pada /etc/inittab).

                3. Sinyal


E.       Layanan Sistem Operasi Linux Mint
Sistem Operasi berfungsi sebagai penghubung antara lapisan hardware dan lapisan software. selain itu, Sistem Operasi komputer juga melakukan semua perintah perintah penting dalam komputer, serta menjamin aplikasi-aplikasi yang berbeda fungsinya dapat berjalan lancar secara bersamaan tanpa hambatan. Sistem Operasi Komputer menjamin aplikasi perangkat lunak lainnya bisa memakai memori, melakukan input serta output terhadap peralatan lain, dan mempunya akses kepada sistem file.


F.       Struktur Sitem Operasi Linux Mint
File adalah struktur dasar dari suatu system computer yang berfungsi menyimpan data /informasi. Penamaan suatu file di unix umumnya dibatasi hingga 14 karakter panjangnya. Kecuali pada Barkeley Unix dan Linux yang dapat mencapai 256 karakter. Di Unix /Linux, suatu file secara internal ditandai dengan sebuah bilangan unik, yang dikenal dengan Inode . Karena mengingat angka lebih sulit dari pada mengingat huruf maka unix / linux memberikan pilihan penamaan file dengan huruf.

materi tentang android versi x86



SEJARAH ANDROID x86
Android-x86 adalah sebuah inisiatif resmi untuk sistem operasi mobile Android pelabuhan Google untuk berjalan pada perangkat yang didukung oleh prosesor x86 AMD dan Intel, daripada chip ARM berbasis RISC. sistem operasi berbasis kernel Linux yang pada awalnya dikembangkan oleh Android, Inc, yang didukung Google finansial dan kemudian dibeli pada tahun 2005.
            Android ini diresmikan pada tahun 2007 seiring dengan berdirinya Open Handset Alliance-konsorsium hardware, software, dan perusahaan telekomunikasi yang ditujukan untuk memajukan standar perangkat selular.
Smartphone yang tersedia untuk publik pertama kalinya yang menjalankan Android adalah HTC Dream, yang dirilis pada 22 Oktober 2008.
Kelebihan atau Keunggulan Android x86
      1.            User Friendly – Kalimat ini sangat melekat pada sistem operasi Windows miliknya microsoft, ibaratnya kita dengan sangat mudah mengoprasikan komputer hanya dengan belajar beberapa hari bahkan beberapa jam saja, dan ini juga melekat pada Android yang berjalan pada Smartphone.
      2.            Notifications – Anda dengan sangat mudah mendapatkan notifikasi dari smartphone android dengan mengatur beberapa akun Email, SMS, Voice Dial, Update dan lain sebagainya.
      3.            Tampilan – Dari segi tampilan, Android tidak kalah bagusnya dari iOs miliknya Apple, karena memang dari awal android hampir mengusung teknologi iOs, hanya saja ini versi murahnya.
      4.            Open Source – Operating system ini memang dibuat open source oleh penciptanya, karena memang berbasis kernel Linux. Jadi jangan kaget jika diluar sana ada banyak sekali Custom Rom untuk masing-masing perangkat android.
      5.            Aplikasi – Untuk Aplikasi anda akan disajikan jutaan pilihan aplikasi yang menarik dari yang gratis hingga berbayar, dan anda bisa mendownloadnya di Google Play.
Kekurangan atau Kelemahan Android x86
    1.   Update System –untuk melakukan update system tidaklah mudah, anda harus menunggu dari masing-masing Vendor untuk merilis Update Versi yang terbaru. Tentu ini sangat tidak menyenangkan.
    2.   Batterai Cepat Habis – Ini sering terjadi jika anda menyalakan paket data dan menggunakan widget serta aplikasi yang berjalan secara berlebihan, untuk mengatasinya anda harus mengurangi aktivitas aplikasi pada smartphone anda.
    3.   Lemot atau Lag – Sebenarnya kalau ini ada kaitannya dengan spesifikasi dari masing-masing perangkat, namun ada kalanya Android ini tidak bersahabat dengan beberapa aplikasi dikarenakan Ram ataupun Prosesornya yang kurang memadai, jadi sesuaikan aplikasi dengan perangkatnya.
Fitur Android x86

    1.               Fitur berikut tersedia dalam rilis terbaru (mendapatkannya).
    2.               Kernel 3.18, KMS mengaktifkan
    3.               Dukungan Wifi dengan GUI
    4.               Installer disk yang lebih baik
    5.               Daya Suspend / Resume (S3 modus)
    6.               Status Baterai
    7.               Kursor Software tikus
    8.               Roda mouse
    9.               Dukungan netbook resolusi asli
10.               Audio (ALSA)
11.               V4l2 dukungan Kamera
12.               Dukungan monitor eksternal
13.               Auto penyimpanan eksternal gunung dukungan
14.               Dukungan keyboard eksternal
15.               Debug mode dengan busybox
16.               Bluetooth
17.               G-sensor
18.               Kode sumber
Management File
Management file dan directory pada android adalah salah satu fasilitas yang tersedia pada android yang dapat me-manage file-file yang tersimpan dalam mobile phone yang memiliki OS Android. Misalnya untuk membuat folder untuk mengelompokkan file, melihat file apa saja yang ada di tablet / handphone Android, menghapus (Delete), menyalin (Copy), atau memindahkan (Move) file dari satu lokasi (folder) ke lokasi lain, dan mengganti nama file. Pada saat aplikasi file manager Android diaktifkan, tampilan awal aplikasi ini pada umumnya menampilkan isi dari kartu memori (SD Card) HP atau Tablet Android yang digunakan. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut: pilih file yang akan dipindah –> ‘my files’ –> kemudian klik ‘all files’ untuk memilih file mana saja yang ingin dijadikan satu folder. Misalnya, Anda memlih file-file yang ada di dalam folder ‘sdcard’ –> pilih ‘menu’ –> klik ‘check list’ pada ‘select all’ –> ketik nama folder yang baru –> klik ‘ok’.Pada OS Android terdapat juga satu aplikasi yang bisa digunakan untuk mengkrompresi suatu file agar ukuran file-nya bisa lebih kecil seperti halnya pada OS Windows. Nama aplikasi tersebut adalah androzip file manager. Aplikasi ini mampu membuat file kompresi .zip, .tar, dan .gzip., dan juga mampu mengekstrak file kompresi .ZIP, .JAR, .APK, .WAR, .EAR, .TAR, .GZIP, .RAR, dan file kompresi yang terbaru. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut: buka aplikasi ‘androzip’ –> pilih file yang akan dikompres (misal ‘documents’) –> beri tanda ‘check list’ pada file yang telah dipilih –> klik ‘tambahkan file’.

Management Proses pada android
Proses Aktif meliputi:
      1.            Aktivitas di sebuah negara “aktif”, yaitu, mereka berada di latar depan dan menanggapi peristiwa pengguna. Anda akan menjelajahi negara Aktivitas secara lebih rinci nanti dalam bab ini.
      2.            Kegiatan, Jasa, atau Receivers Broadcast yang sedang melaksanakan event handler onReceive.
      3.            Layanan yang melaksanakan suatu onStart, OnCreate, atau event handler onDestroy.